Wednesday, August 28, 2024

Berkah Sedekah: Kisah Nyata yang Menginspirasi

Berkah Sedekah: Kisah Nyata yang Menginspirasi

Sedekah, tindakan mulia yang tidak hanya memberikan manfaat bagi penerima, tetapi juga membuka pintu keberkahan bagi yang memberi. Berikut adalah beberapa kisah nyata tentang sedekah yang mengagumkan:


1. Bus Tak Pernah Sepi:

   Rian Mahendra, direktur operasional PO Bus Haryanto, merintis trayek bus baru di Madura. Awalnya, penumpang sangat sepi. Namun, suatu hari seorang wali datang dan memberikan sedekah berupa seekor kambing. Penumpang mulai bertambah, dan trayek tersebut menjadi sukses¹.


2. Ustadz dan Supir Taksi:

   Seorang ustadz memberikan sedekah kepada seorang supir taksi. Tindakan ini membuka pintu kebahagiaan dan keberkahan yang tak terduga. Kisah ini menjadi bukti nyata akan keajaiban sedekah dan kasih sayang Allah.


3. Sepotong Roti yang Mengantarkan ke Surga:

   Jabir, seorang sahabat Nabi Muhammad SAW, memberikan sepotong roti kepada segerombolan orang yang berjalan kaki. Tindakan sederhana ini mengantarkan mereka ke surga. Kisah ini mengajarkan bahwa sedekah, sekecil apapun, memiliki keajaiban tersendiri.


Ingatlah, sedekah bukan hanya tentang materi, tetapi juga tentang memberikan dengan tulus dan ikhlas. Semoga kisah-kisah ini menginspirasi kita untuk selalu berbuat baik dan berbagi dengan sesama. 🙏


Kisah Sedekah Ali bin Abi Thalib

Kisah Sedekah Ali bin Abi Thalib


Pada suatu hari, Ali bin Abi Thalib pulang dari menemui Rasulullah SAW dan bertemu dengan Fathimah, putri Rasulullah. Fathimah sedang memintal bulu, dan Salman Al-Farisi berada di depannya, mengulurkan bulu kepadanya. Ali bertanya, "Hai wanita mulia! Apakah kamu memiliki sesuatu yang dapat diberikan untuk makanan untamu?"

Fathimah menjawab, "Demi Allah! Aku tidak memiliki apa-apa. Tetapi ini ada 6 dirham yang aku dapatkan dari Salman karena memintal bulu, dan aku berencana menggunakannya membeli makanan untuk Hasan dan Husain."

Ali meminta Fathimah memberikan 6 dirham itu, lalu pergi membeli makanan. Di luar, ada seorang laki-laki yang berkata, "Siapa yang akan mengutangi Allah Yang Maha Mengatur Segala Urusan dan Yang Memenuhi Janji?" Ali memberikan 6 dirham itu kepadanya sebagai sedekah.

Ketika Ali kembali ke rumah Fathimah dengan tangan kosong, Fathimah menangis. Ali menjelaskan bahwa ia telah mengutangkan 6 dirham itu kepada Allah. Fathimah mengakui bahwa Ali telah diberi taufik.

Ali kemudian bertemu dengan seorang Baduwi yang menawarkan unta untuk dijual. Ali membeli unta tersebut dengan harga 100 dirham. Tiba-tiba, Baduwi lain datang dan membeli unta itu dari Ali dengan harga 300 dirham.

Hasan bin Ali, cucu Nabi, lahir dalam suasana yang penuh berkah. Nabi mengumandangkan azan di telinganya, dan untuk merayakan kelahirannya, Muhammad mengorbankan seekor domba jantan. Fathimah mencukur kepalanya dan menyumbangkan perak yang sama dengan berat rambutnya sebagai sedekah. 


Sunday, August 18, 2024

sedekah itu berfariasi

 sedekah itu berfariasi

Tuesday, January 11, 2011

Rahasia Sedekah

Rahasia Sedekah
Oleh: AnneAhira.com

Rahasia sedekah sudah dijelaskan oleh nabi Muhammad saw, sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah dalam al-Quran, jauh sebelum literatur-literatur lainnya memberikan keterangan mengenai rahasia yang terkandung di balik praktik sedekah.

Adalah ustadz Yusuf Mansyur yang memopulerkan bahasan mengenai rahasia sedekah ini dalam ceramah-ceramah yang diberikannya kepada masyarakat, bahkan buku mengenai rahasia sedekah sudah bisa kita temukan di toko buku.

Lantas, apa saja rahasia yang terkandung di balik sedekah ini? Beberapa di antaranya adalah:

A. Rahasia sedekah: Menolak Kematian

Rasulullah saw bersabda:

Sedekah dapat menolak kematian yang buruk. (Al-Wasail 6: 255, hadis ke 2)

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:

Pada suatu hari orang yahudi lewat dekat Rasulullah saw, lalu ia mengucapkan: Assam alayka (kematian atasmu). Rasulullah saw menjawab: Alayka (atasmu). Lalu para sahabatnya berkata: Ia mengucapkan salam atasmu dengan ucapan kematian, ia berkata: kematian atasmu. Nabi saw bersabda: “Demikian juga jawabanku. Kemudian Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya orang yahudi ini tengkuknya akan digigit oleh binatang yang hitam (ular dan kalajengking) dan mematikannya. Kemudian orang yahudi itu pergi mencari kayu bakar lalu ia membawa kayu bakar yang banyak. Rasulullah saw belum meninggalkan tempat itu yahudi tersebut lewat lagi (belum mati). Maka Rasulullah saw bersabda kepadanya: Letakkan kayu bakarmu. Ternyata di dalam kayu bakar itu ada binatang hitam seperti yang dinyatakan oleh beliau. Kemudian Rasulullah saw bersabda: Wahai yahudi, amal apa yang kamu lakukan? Ia menjawab: Aku tidak punya kerjaan kecuali mencari kayu bakar seperti yang aku bawa ini, dan aku membawa dua potong roti, lalu aku makan yang satu potong dan satu potong yang lain aku sedekahkan pada orang miskin. Maka Rasulullah saw bersabda: Dengan sedekah itu Allah menyelamatkan dia. Selanjutnya beliau bersabda: Sedekah dapat menyelamatkan manusia dari kematian yang buruk. (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 4)


B. Rahasia sedekah: Bertambahnya rezeki

Rasulullah saw bersabda:

Bersedekahlah kalian, karena sesungguhnya sedekah dapat menambah harta yang banyak. Maka bersedekahlah kalian, niscaya Allah menyayangi kalian. (Al-Wasail 6: 255, hadis ke 11)


C. Rahasia sedekah: Bahaya

Rasulullah saw bersabda:

Mulai pagi harimu dengan sedekah, barangsiapa yang memulai pagi harinya dengan sedekah ia tidak akan terkena sasaran bala. (Al-Wasail 6: 257, hadis ke 15)


D. Rahasia sedekah:  Keimanan

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:

“Tidaklah sempurna keimanan seorang hamba sehingga ia melakukan empat hal: Berakhlak baik, bersikap dermawan, menahan karunia dari ucapan, dan mengeluarkan karunia dari hartanya.” (Al-Wasail 6: 259, hadis ke 21)


E. Rahasia sedekah: Perang Uhud

Imam Ja’far Ash-Shadiq berkata bahwa Allah Swt berfirman:

“Segala sesuatu Aku wakilkan pada orang selain-Ku untuk menggenggamnya kecuali sedekah, Aku sendiri dengan tangan-Ku yang mengambilnya, sekalipun seseorang bersedekah dengan satu biji korma atau sebelah biji korma. Kemudian Aku menambahkan baginya sebagaimana ia menambahkan sebelum meninggalkan. Kemudian saat ia datang pada hari kiamat ia mendapat pahala seperti pahala perang Uhud bahkan lebih besar dari pahala perang Uhud.” (Al-Wasail 6: 265, hadis ke 7)


F. Rahasia sedekah: Penjagaan Allah Sepanjang Hari

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:

“Awali pagi harimu dengan sedekah, gemarlah bersedekah. Tidak ada seorang mukmin pun yang bersedekah karena mengharapkan apa yang ada di sisi Allah untuk menolak keburukan yang akan turun dari langi ke bumi pada hari itu, kecuali Allah menjaganya dari keburukan apa yang akan turun dari langit ke bumi pada hari itu.” (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 3)


G. Rahasia sedekah: Merubah Takdir

Rasulullah saw berwasiat kepada Ali bin Abi Thalib (sa):

“Wahai Ali, sedekah itu dapat menolak takdir mubram (yang telah ditetapkan). Wahai Ali, silaturahim dapat menambah umur. Wahai Ali, tidak ada sedekah ketika keluarga dekatnya membutuhkan. Wahai Ali, tidak ada kebaikan dalam ucapan kecuali disertai perbuatan, dan tidak ada sedekah kecuali dengan niat (karena Allah).” (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 4)


H. Rahasia sedekah: Penolak Hari Nahas

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:

“Antara aku dan seseorang punya perhitungan tentang bumi. Orang itu ahli nujum, ia sengaja keluar rumah untuk suatu urusan pada saat “Al-Su’ud” (bulan berada di manazil Al-Su’ud), dan aku juga keluar rumah pada hari nahas. Lalu kami menghitungnya, lalu keluarlah untukku dua perhitungan yang baik. Kemudian orang itu memukulkan tangan kanannya pada tangan kirinya, kemudian berkata: Aku belum pernah sama sekali melihat hari seperti hari ini. Aku berkata: Celaka hari yang lain dan hari apa itu? Ia berkata: Aku ahli nujum, aku datang padamu pada hari nahas, aku keluar rumah pada saat Al-Su’ud, kemudian kami menghitung, lalu keluarlah untuk Anda dua perhitungan yang baik. Ketika itulah aku berkata kepadanya: “Tidakkah aku pernah menyampaikan suatu hadis yang disampaikan padaku oleh ayahku? Yaitu Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang ingin diselamatkan oleh Allah dari hari nahas, maka hendak mengawali harinya dengan sedekah, niscaya Allah menyelamatkannya dari hari nahas itu. Barangsiapa yang ingin diselamatkan oleh Allah dari malam nahas, maka hendaknya mengawali malamnya dengan sedekah niscaya ia diselamatkan dari malam nahas itu. Kemudian aku berkata: “Sesungguhnya aku mengawali keluar rumah dengan sedekah; ini lebih baik bagimu daripada ilmu nujum.” (Al-Wasail 6: 273, hadis ke 1)


I. Rahasia sedakah: Sedekah di Malam hari dan Siang hari

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:

“Sesungguhnya sedekah di malam hari dapat memadamkan murka Allah, menghapus dosa besar dan mempermudah perhitungan amal; sedekah di siang hari dapat menumbuhkan harta dan menambah umur.” (Al-Wasail 6: 273, hadis ke 2)


J. Rahasia sedekah: Ali bin Abi Thalib

Imam Ali bin Abi Thalib (sa):

“Sesungguhnya tawassul yang paling utama adalah bertawasul dengan keimanan kepada Allah …, dengan silaturrahim karena hal ini dapat menumbuhkan harta dan menambah umur; dengan sedekah yang tersembunyi karena hal ini dapat menghapuskan kesalahan dan memadamkan murkan Allah Azza wa Jalla; dengan amal-amal yang ma’ruf (kebajikan) karena hal ini dapat menolak kematian yang buruk dan menjaga dari pertarungan kehinaan…” (Al-Wasail 6: 275, hadis ke 4)


K. Sedekah itu mensucikan jiwa

Allah Taala berfirman:

”Ambillah zakat dari sebagian harta mereka , dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka , dan mendo`alah untuk mereka. Sesungguhnya dia kamu itu ( menjadi ) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka, Dan Allah Mendengar lagi Maha Mengetahui.“ (QS At-Taubah: 103)


Matematika Dasar Sedekah

Menurut Yusuf Mansyur, seorang ustadz yang memopulerkan bahasan rahasia sedekah, sedekah mempunyai perhitungan matematisnya sendiri, seperti yang diuraikan sebagai berikut:

Apa yang kita lihat dari matematika di bawah ini?

10 – 1 = 19

Ya, di sana kita akan melihat keganjilan hitungan matematis. Sebuah pengurangan yang justru menghasilkan penambahan. Kenapa begitu? Kenapa bukan 10-1 = 9? Inilah matematika sedekah, kita memberi dari apa yang kita punya, dan Allah akan mengembalikan lebih banyak lagi.

Matematika sedekah di atas, diambil dari Quran Surat Al-An`am ayat 160, Allah menjanjikan balasan 10X lipat bagi mereka yang mau berbuat baik (sedekah), bahkan dalam Quran Surat Al-Baqarah ayat 261, Allah menjanjikan hingga 700X lipat.

Sebelumnya, kita sudah mengetahui, bahwa:

10 - 1 = 19

Maka, ketemulah ilustrasi matematika ini:

10 - 2= 28
10 - 3= 37
10 - 4= 46
10 - 5= 55
10 - 6= 64
10 - 7= 73
10 - 8= 82
10 - 9= 91
10 - 10= 100

Sedekah 2.5 % Tidaklah Cukup

Dengan infak 2,5% yang biasa kita berikan, jika kita telaah lebih jauh ternyata tidak mempunyai pengaruh yang signifikan.

Misalnya, seorang karyawan yang mempunya gaji 1 juta. Dia punya pengeluaran rutin 2 juta, kemudian dia bersedekah 2,5% dari penghasilan yang 1 juta itu. Maka perhitungannya adalah: 2,5% dari 1.000.000 = 25.000. Maka yang tercatat: 1.000.000 – 25.000 = 975.000.

Angka 975.000 bukan hasil akhir. Allah akan mengembalikan lagi yang 2,5% yang dikeluarkan sebanyak sepuluh kali lipat, atau sebesar 250.000. Sehingga dia bakal mendapatkan rizki min haitsu laa yahtasib (rizki tak terduga) sebesar: 975.000 + 250.000 = 1.225.000.

Jadi, “hasil akhir” dari perhitungan sedekah 2,5% dari 1 juta, hanya Rp. 1.225.000,-. Angka ini masih jauh dari pengeluaran dia yang sebesar 2 juta. Jadi, jika dia sedekahnya 2,5%, dia harus mencari sisa Rp. 775.000 untuk menutupi kebutuhannya.

Maka sedekah 2,5% itu tidaklah cukup. Hasilnya akan lebih besar bila sedekah 10%.
perhitungannya adalah: 10% dari 1.000.000 = 100.000. Maka yang tercatat : 1.000.000 – 100.000 = 900.000.

Ingatlah, angka 900.000 itu bukanlah hasil akhir. Allah akan mengembalikan lagi yang 2,5% yang dia keluarkan sebanyak sepuluh kali lipat, atau dikembalikan sebesar 1.000.000. Sehingga dia bakal mendapatkan rizki min haitsu laa yahtasib (rizki tak terduga) sebesar: 900.000 + 1.000.000 = 1.900.000.

Dengan perhitungan ini, dia berhasil mengubah penghasilannya mendekati angka pengeluaran yang 2 juta. Dia hanya butuh 100 ribu tambahan lagi, yang barangkali Allah yang akan menggenapkannya.

Katakanlah kepada hamba-hambaku yang telah beriman: Hendaklah mereka mendirikan Shalat, menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi ataupun terang-teranganan sebelum datang hari ( kiamat ) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan. (QS Ibrahim: 31)

Monday, January 10, 2011

Membeli Kesuksesan dengan Sedekah

Hikmah - Membeli Kesuksesan dengan Sedekah

"Mengapa seseorang selalu merasa kurang secara penghasilan? Mungkin karena ia 
kurang sedekah!" buka Ustad Yusuf Mansur malam itu. Beliau melirik 
sekelilingnya. Wajah-wajah muda, dengan tatapan penuh semangat tengah duduk 
mengelilinginya. Mereka adalah 20 besar kontestan eliminasi Mimbar Dai TPI. 
Mereka tekun menyimak penuturan ustad pendiri Wisata Hati Coorporation itu.

Malam itu, tanggal 12 Juli 2005, Ustad Yusuf mendapat kesempatan memberikan 
pembekalan atau pelatihan bagi para dai muda di Asrama Haji Pondok Gede, 
Bekasi. Acara yang diselenggarakan habis Isya sampai pukul 21.00 itu, 
berlangsung cukup seru. Dilengkapi beberapa games, salah satunya berupa 
simulasi dengan selembar kertas, yang mengundang tanya peserta.

Banyak orang yang memiliki penghasilan besar, namun selalu merasa tidak cukup. 
Bahkan tidak jarang pengeluaran mereka lebih besar dari penghasilan yang 
didapat. Mungkin diri kita pernah merasakan demikian. Maka instropeksilah, 
mungkin sedekah yang kita keluarkan terlalu sedikit, sehingga berkah yang Allah 
berikan juga sekedarnya.

Padahal dalam surat Al Anâ'am ayat 160, Allah sudah janji akan melipatgandakan 
pahala sampai 10 kali lipat bagi mereka yang berbuat kebaikan.
Jadi sebetulnya kita tak perlu ragu untuk menyisihkan penghasilan bagi mereka 
yang membutuhkan.
1 - 1 = 10, itulah ilmu sedekah. Banyak kejadian dibalik fenomena keajaiban 
sedekah. Dalam kesempatan tersebut, Ustad Yusuf memaparkan beberapa kisah yang 
Insya Allah mampu meningkatkan keyakinan kita, bahwa Allah pasti akan 
meliptrgandakan pahala-Nya, bila kita sedekah.

Contohlah sebuah kisah tentang seorang supir yang mengeluh karena gajinya 
terlalu kecil. "Supir ini datang ke Klinik Spiritual dan Konseling Wisata Hati. 
Dia bilang gajinya cuma 800 ribu, padahal anaknya lima! Ia ingin gajinya jadi 
1,5 juta!" ujar Ustad Yusuf sambil duduk bersila di permadani.
Dengan bijak, Ustad Yusuf mengajak supir itu mensyukuri terlebih dahulu apa 
yang telah didapatkannya selama ini. Kemudian ia menunjukkan surat Al Anâ'am 
160 dan surat 65 ayat 7, mengenai anjuran bagi yang kaya untuk membagi 
kekayaannya dan yang mampu membagi kemampuannya.
Supir itu lantas bertanya,"Kapan ayat-ayat itu dibaca dan berapa kali, Ustad?"

Nah, inilah kelemahan orang kita," potong Ustad Yusuf sejenak, al Qur'an hanya 
untuk dibaca!"
Agak kesal dengan pertanyaan sang supir, Ustad Yusuf menyuruhnya segera 
berdiri. Kemudian ia bertanya,"Maaf, boleh saya tanya pertanyaan yang sifatnya 
pribadi?"
Supir itu mengangguk.
"Nggak bakal tersinggung?"

Kembali supir itu mengangguk.
"Bawa duit berapa di dompet?" desak Ustad Yusuf.
Supir itu mengeluarkan uangnya dalam dompet, jumlahnya seratus ribu rupiah. 
Langsung Ustad Yusuf mengambilnya.
"Nah, uang ini akan saya sedekahkan, ikhlas?"
Supir itu menggaruk-garukkan kepalanya, namun sejurus kemudian mengangguk 
dengan terpaksa.
"Dalam tujuh hari kerja, akan ada balasan dari Allah!"
"Kalau nggak, Ustad?"
"Uangnya saya kembaliin!"

Mulailah sejak itu ia menghitung hari. Hari pertama tidak ada apa-apa, demikian 
pula hari kedua, bahkan pada hari ketiga uangnya hilang sejumlah 25 ribu 
rupiah. Rupanya ketika ditanya Ustad Yusuf tempo hari, sebenarnya ia bawa uang 
125 ribu rupiah, namun keselip. Pada hari keempat supir itu diminta atasannya 
untuk mengantar ke Jawa Tengah. Selama empat hari empat malam mereka pergi. 
Begitu kembali, atasannya memberikan sebuah amplop, "Ini hadiah istri kamu yang 
kesepian di rumah," begitu katanya. Ketika amplop itu dibuka, Subhanallah . 
Jumlahnya 1,5 juta rupiah.

Para dai muda yang menyimak cerita itu terkagum-kagum. Kemudian ustad Yusuf 
bertanya, "Siapa yang belum nikah?" serentak hampir semua peserta mengacungkan 
tangan dengan semangat, seraya bergurau.
"Nah, selain untuk memanjangkan umur, mengangkat permasalahan, sedekah juga 
mampu membuat orang yang belum kawin jadi kawin, dan yang udah kawin"
"Kawin lagi???" jawab beberapa peserta, kompak!
Ustad Yusuf tertawa, "Yang udah kawin, makin saying"
Lalu mengalunlah sebuah cerita lain. Ada seorang wanita berusia 37 tahun yang 
belum menikah mengikuti seminarnya. Setelah mendengarkan faedah sedekah, wanita 
itu lantas pergi ke masjid terdekat dari rumahnya dan bertanya pada penjaga 
masjid itu, "Maaf, Pak kira-kira masjid ini butuh apa? Barangkali saya bisa 
Bantu"

"Oh, kebetulan. Kami sedang melelang lantai keramik masjid. Semeternya 150 
ribuan"
Wanita itu menarik sejumlah uang dari sakunya, yang berjumlah 600ribu.
Tanpa pikir panjang ia membeli empat meter persegi lantai tersebut,
"Mudah-mudahan hajat saya terkabul", harapnya.
Subhanallah, Allah menunjukkan keagungan-Nya. Minggu itu juga datang empat 
orang melamarnya!
"Itulah sedekah!" Ustad Yusuf menantang mata peserta,"Sulit akan menjadi mudah, 
berat menjadi ringan, asal kita sedekah!"
Sebuah kisah unik lainnya terjadi. Suatu hari, seorang wartawan mengajak Ustad 
Yusuf ke Semarang, hanya untuk berpose dengan sebuah mobil Mercedez New Eyes E 
200 Compresor baru. Tak ada yang istimewa dengan mobil itu kecuali harganya 
yang mahal, sekitar 725 juta rupiah, dan mobil itu milik seorang tukang bubur 
keliling!

Loh, bagaimana bisa seorang tukang bubur punya mercy? Bisa aja kalau Allah 
berkehendak. Tukang bubur itu tentunya tak pernah bermimpi bisa memiliki sebuah 
mobil Mercedez baru. Namun kepeduliannya kepada orang tua, justru membuatnya 
kejatuhan bulan. Karena orang tuanya ingin naik haji, tukang bubur itu giat 
sedekah. Ia sengaja menyediakan kaleng kembalian satu lagi, khusus uang yang ia 
sedekahkan. Yang kemudian ia tabung di sebuah bank.

Ketika tabungannya itu telah mencapai 5 juta, ia mendapatkan satu poin 
memperebutkan sebuah mobil mercy. Dan si tukang bubur itulah yang memenangkan 
hadiah mobil tersebut. Karena tak mampu membayar pajaknya sebesar 25%, seorang 
ustad bernama Hasan, pemilik Unisula, membantunya. Maka, jadilah mobil itu 
milik tukang bubur.
Kisah terakhir, tentang hutang 100juta yang lunas hanya dengan sedekah 100 ribu 
rupiah. Orang ini mendengarkan ceramah seorang ustad yang mengatakan, kalau 
sedekah itu dapat membeli penyakit, dapat membayar hutang, dan dapat 
menyelesaikan masalah. Teringat hutangnya sejumlah 100 juta, ia menyedekahkan 
uang yang ada, sebesar 100 ribu. Dalam hatinya ia berharap hutangnya dapat 
cepat lunas.

"Dan Allah mengabulkan doanya secepat kilat. Begitu pulang dari pengajian, saat 
menyebrang jalan, orang itu tertabrak mobil dan lunaslah hutangnya!" seru Ustad 
Yusuf berapi-api. Semua peserta melongo kemudian tertawa. Hampir semua menebak 
orang itu meninggal, sehingga di pemilik piutang mengikhlaskan hutangnya.

"Nggak! koreksi Ustad Yusuf cepat, "Dia cuma pingsan. Kebetulan yang nabrak 
orang kaya. Selain dibawa ke rumah sakit, dia juga melunasi hutangnya!"
Itulah Allah punya cara tersendiri untuk menolong hamba-Nya. Selain memberikan 
materi tentang sedekah, Ustad muda berkulit putih ini juga memberikan masukan 
dan saran tentang bagaimana tampil yang baik di hadapan audience (baik di 
televisi ataupun di ruangan), di antaranya mengajarkan teknik memotong materi 
(untuk commercial break) yang baik, sehingga pemirsa televisi enggan mengganti 
saluran dan tetap menunggu sampai iklan berakhir, lalu cara melibatkan emosi 
audience, melibatkan orang sekitar acara (baik outsider, maupun insider), 
intonasi suara, melakukan atraksi menarik, dan sebagainya.

"Barangsiapa membawa amal yang baik, Maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat 
amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat Maka dia tidak diberi 
pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun 
tidak dianiaya (dirugikan)." (al-An`am :160)


Sebuah Cerita Tentang Sedekah

Cerita Tentang Sedekah

Malam itu bulan bersinar terang di langit. Bintang-bintang bertaburan. Subhanallah, alangkah indahnya. Seorang lelaki bernama Karim keluar dari rumahnya. Dulu, Karim dikenal gemar melakukan perbuatan yang dilarang agama. Namun, kini dia telah insaf dan bertobat. Sekarang, dia rajin shalat berjamaah di masjid. Dia juga tidak merasa malu untuk ikut mengaji dan belajar membaca Al Quran, bersama anak-anak yang lebih muda usianya.

Malam itu, setelah mendengar penjelasan dari imam masjid tentang keutamaan shadaqah atau sedekah, hati Karim tergerak. Imam masjid menjelaskan, jika seseorang memiliki uang seribu dirham dan ia menyedekahkan tiga puluh dirham, maka yang tiga puluh dirham itulah yang akan kekal
dan dapat dinikmati di akhirat. Sedangkan yang sembilan ratus tujuh puluh dirham tidak membuahkan apa apa. Bahkan, uang tiga puluh dirham yang disedekahkan, akan dilipatgandakan oleh Allah sebanyak tujuh ratus kali. Sedekah juga membuat harta dan rezeki yang ada menjadi penuh berkah.

Selama ini, Karim dikenal kaya dan kikir. Namun, sejak insaf dan tobat, dia telah berniat akan mengorbankan segala yang dimilikinya untuk memperoleh ridha Allah Swt. Sebagian hartanya telah dia rencanakan untuk disedekahkan dan diinfakkan di jalan Allah Swt.

Dia mengarahkan langkahnya menuju ke suatu rumah. Dia telah menyiapkan kantong berisi seratus dirham untuk disedekahkan. Begitu sampai di rumah yang ditujunya, dia mengetuk pintu. Seorang lelaki berkumis tebal muncul dari dalam rumah. Setelah mengucapkan salam, dia memberikan kantong itu pada pemilik rumah, lalu mohon pamit. Kejadian itu ternyata diketahui oleh beberapa orang penduduk daerah itu.

Pagi harinya, orang-orang di pasar ramai membicarakan apa yang dilakukan Karim tadi malam. Dua orang yang melihat Karim bersedekah berkata dengan nada mengejek, “Dasar orang tidak tahu agama, sedekah saja keliru, masak sedekah kok kepada seorang pencuri. Kalau mau sedekah itu, ya harusnya kepada orang yang baik-baik!”

Obrolan orang di pasar itu sampai juga ke telinga Karim, ia hanya berkata dalam hati, “Alhamdullilah, telah bersedekah kepada pencuri!

Hari berikutnya, ketika malam tiba, dia kembali keluar rumah. Dia ingin kembali bersedekah. Sama seperti malam sebelumnya, dia menyiapkan uang seratus dirham. Kali ini, dia memilih sebuah rumah di pinggir kota. Dia mengetuk pintu rumah itu. Seorang wanita membukakan pintu. Dia langsung menyerahkan sedekahnya pada perempuan itu lalu pulang.

Pagi harinya, pasar kembali ribut. Ternyata, ada orang yang mengetahui perbuatannya tadi malam. Orang itu bercerita sinis, “Memang, Karim itu tidak jelas. Rajin pergi ke mesjid, tetapi memberi sedekah saja masih salah. Kemarin malam, dia memberi sedekah kepada seorang pencuri. Lha, tadi malam, dia memberi sedekah kepada seorang pelacur!”

Perbincangan orang di pasar itu sampai juga ke telinganya. Karim hanya berkata lirih, “Alhamdulillah, telah bersedekah kepada seorang pelacur!”
Malam harinya, Karim kembali keluar rumah untuk sedekah. Dia memilih rumah yang ada di dekat pasar. Setelah mengantarkan sedekahnya, dia pulang. Kali ini Karim berharap, dia tidak keliru memberikan sedekahnya.

Pagi harinya, pasar lebih ribut dari sebelumnya. Seorang penjual daging berkata, “Nggak tahulah! Karim itu memang aneh. Mau sedekah saja kok kepada orang kaya. Padahal, orang yang miskin dan memerlukan uang untuk makan, masih banyak dan ada di mana-mana!”

Ternyata, rumah yang didatangi Karim dan diberi sedekah tadi malam adalah rumah orang kaya. Mendengar berita dan omongan yang ada di pasar tentang kekeliruannya memberikan sedekah ia berkata, “Alhamdulillah, telah sedekah kepada pencuri, pelacur, dan orang kaya!”

Malam harinya, ia shalat tahajud, lalu tidur. Dalam tidurnya dia bermimpi didatangi oleh seseorang yang memberi kabar kepadanya, “Sedekahmu kepada pencuri, membuat pencuri itu insaf, sehingga dia kini tidak mencuri lagi. Sedekahmu kepada pelacur, membuat wanita itu tobat dan tidak berzinah lagi, dan sedekahmu kepada orang kaya, menjadikan orang kaya tersebut sadar dan merasa malu. Kini, orang kaya yang pelit itu mau mengeluarkan zakat dan infak. Sedekahmu yang ikhlas itu diridhoi Allah Swt.”

Setelah itu Karim semakin khusyuk beribadah dan banyak mengerjakan kebajikan. Dia sadar bahwa yang paling penting dalam ibadah adalah niat karena Allah. Bukan sekadar mengikuti perkataan orang banyak. Hanya Allah-lah yang berhak menilai, diterima atau tidaknya amal ibadah seseorang.
Dikutip dari “Ketika cinta berbuah surga” Habiburrahman El Shirazy

Cerita Tentang Sedekah

Cerita Tentang Sedekah

Pada suatu musim semi, Ibnu Jadan melihat unta miliknya tumbuh besar dan susunya siap diperah, diapun berujar, Demi Allah, saya akan sedekahkan unta betina ini beserta anaknya kepada tetanggaku sebab Allah SWT berfirman:
" Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai." (QS. Ali Imron : 92). 

Sungguh barang yang paling kucintai adalah unta betina ini. Lalu iapun membawa unta betina tersebut beserta anaknya kepada tetangganya sambil berkata, Ambillah sebagai hadiah dariku untukmu. Tetangganyapun tampak sangat bahagia menerima sesuatu yang sangat berharga tersebut.

Musim semi selesai, tibalah musim kemarau yang kering dan panas. Ibnu Jadan dan ketiga anaknya berjalan untuk mencari ad-duhul (lubang dalam tanah yang menyambung dengan sumber air yang memiliki mulut diatas tanah). Walaupun sulit, akhirnya mereka menemukannya, lalu Ibnu Jadan masuk ke dalam lubang untuk mengambil air sedangkan ketiga anaknya menantinya di atas. Setelah Ibnu Jadan masuk, ternyata ia terjebak di dalam dan tidak dapat keluar. Anak-anaknya yang menunggu sehari, dua hari hingga hampir seminggupun putus asa dan mengira ayah mereka sudah meninggal.

Mereka akhirnya pulang ke rumah dan membagi- bagikan harta peninggalan ayah mereka. Saat itu, teringat oleh mereka unta betina yang diberikan ayahnya kepada tetangganya yang fakir. Merekapun menuju rumah tetangganya dan mengatakan pada tetangganya, Kembalikan unta betina milik kami, maka itu lebih baik bagimu. Sebagai gantinya ambillah unta jantan ini. Jika tidak, kami akan mengambilnya secara paksa dan
kamu tak mendapat apapun dari kami. Si fakir berkata, Sudahkah kalian mengadukan hal ini pada ayah kalian?. Mereka balik bertanya, Haruskah aku melapor kepadanya sementara ia sudah meninggal?. Si fakir berkata, Dia telah meninggal, bagaimana dia wafat? Dan mengapa aku tidak mengetahui beritanya?. Mereka menjawab, Dia masuk ke suatu lubang di padang pasir dan hingga saat ini belum keluar. Si fakir berkata, Ajaklah aku pergi ke lubang itu bersamamu lalu ambillah unta tersebut. Lakukanlah sepuas hatimu dan aku tidak menginginkan unta jantan itu.

Berangkatlah mereka ke ad-duhul yang seminggu lalu dimasuki Ibnu Jadan yang tulus. Si fakir setelah melihat lubang dalam dan gelap tersebut lalu mengambil seutas tali dan menyalakan lilin. Setelah mengikatkan tali tersebut, diapun turun merayap hingga merasakan sesuatu yang beku di dekatnya. Dia menyentuh tanah dan salah satu tangannya menyentuh sesosok laki-laki yang ternyata masih dapat bernapas. Si fakirpun menarik sosok tersebut dan menutup matanya agar tidak silau dengan cahaya matahari, kemudian mengeluarkannya dan menggendongnya ke rumah. Detak jantung tanda kehidupan sosok yang tidak lain adalah Ibnu Jadanpun muncul, tanpa diketahui anak-anaknya. 

Tetangganya yang menolongnya sambil keheranan bertanya, Demi
Allah, beritahukan kepadaku tentang dirimu, seminggu lamanya kamu berada di bawah tanah tapi kamu masih hidup? Ibnu Jadan menjawab, Akan kuceritakan kepadamu sebuah keajaiban. Ketika aku turun ke dalam lubang, terlihat di hadapanku beraneka macam jalan lalu aku berkata dalam hati: aku akan beristirahat di tempat air yang kudapatkan. Akupun minum namun rasa lapar tak dapat dihindari dan air yang diminumpun tak bisa menghilangkan rasa lapar. Setelah tiga hari rasa lapar semakin tak bisa ditahan dan ketika aku berbaring sambil pasrah dan berserah diri kepada Allah, tiba-tiba aku merasakan tetesan susu mengalir ke dalam mulutku lalu akupun meluruskan tubuhku untuk duduk. Tiba-tiba datang sebuah bejana dalam kegelapan yang tak dapat jelas kulihat, yang kemudian mendekati mulutku. Akupun meminum darinya hingga kenyang, setelah itu ia pergi dan mendatangiku sebanyak tiga kali dalam sehari.

Namun beberapa hari setelah kejadian itu, bejana itu menghilang tanpa aku tahu sebabnya…
Tetangganya berkata, Jika kamu mengetahui sebab hilangnya bejana tersebut, tentu kamu akan kaget. Anak-anakmu mengira kamu telah wafat, lalu mereka datang kepadaku dan mengambil kembali unta betina yang Allah kirimkan kepadamu untuk memberi susunya. Sesungguhnya seorang muslim dilindungi Allah karena sedekah yang diberikannya. Firman Allah, Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan memberinya jalan keluar dan memberinya rizki dari sesuatu yang tidak disangka-sangka (QS Ath-Thalaq : 23)
(Al Jaza min Jinsi Al Amal, hal 519 520)
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India